Januari 27, 2009...9:06 pm

:MONUMEN:#2

Lompat ke Komentar

Sebuah pengantar yang pernah Saya tulis di seminar 

 Saya kurang lebih dua tahun yang lalu.(terdaftar di perpustakaan FSRD ITB loh… Kalo mau ngutip, kontek2 dulu yo… Ya minimal pake norma-norma penulisan ilmiah lah…)Hup! Semoga ini bisa menjadi pemancing pemasakan konsep monumen di sini…

 

Selain memiliki fungsi bagi pribadi senimannya, seni juga memiliki fungsi sosial. Pengertian fungsi sosial di sini adalah seni dapat mempengaruhi perilaku kolektif, bisa dipergunakan dalam situasi publik, dan mengekspresikan aspek-aspek sosial atau kolektif dari eksistensi. Dengan demikian, seni bersinggungan langsung dengan masyarakat sekitarnya, yang berarti seni memiliki peranan dan tanggung jawab yang besar terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

 Dalam seni rupa, salah satu media seni yang bisa menampilkan nilai fungsi sosial adalah monumen. Monumen, yang akan dijelaskan lebih lanjut, memiliki kekuatan dan posisi yang cukup strategis bagi wilayah sekitarnya. Letaknya yang rata-rata berada dalam medan sosial umum  bisa mencakup segala lapisan sosial di sekelilingnya. Dengan demikian, monumen memiliki hirarki tersendiri dalam wilayah kesenian.  

 Sebagai media seni rupa, monumen memiliki pesan yang akan disampaikan kepada masyarakat sekitarnya. Isi pesan tersebut bisa saja merupakan “pesanan” institusi pendana, maupun karangan senimannya. Pesan tersebutlah yang nantinya akan membangun image dari para apresiatornya. Bagaimana pesan tersebut tersampaikan tersebutlah yang akan menunjukkan sukses-tidaknya monumen tersebut dari masyarakat umum.

Tinggalkan Balasan